Wow! Tren Ini Akan Hilang Di 2017

Perkembangan digital terjadi dengan pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. Kamu bisa melihatnya dari maraknya media sosial dan teknologi yang hadir di dunia. Keduanya saling mendukung untuk memberikan inovasi bagi masyarakat. Sayangnya, tidak semua tren bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Ya, ada saja tren yang hilang dalam kurun waktu yang singkat. Namun, adapula yang bertahan hingga saat ini.

Peralihan era konvensional menuju digital adalah salah satu penyebab mengapa tren tersebut menghilang. Ketidakmampuan untuk mengikuti zaman juga menjadi alasan utama hilangnya suatu tren.

Tren terkait pemasaran adalah salah satunya. Dahulu semua orang bisa berbangga hati menggunakan poster atau flyer untuk memasarkan suatu produk. Produk bisa diketahui dengan mudah hanya dengan peletakan poster atau flyer di suatu tempat. Namun kini, setiap pekerja pemasaran harus memikirkan cara unik lainnya untuk membuat produk mereka terjual maksimal. Terutama, memikirkan perubahan secara digital.

Beberapa tren konvensional memang masih digunakan hingga kini, namun, ada beberapa tren pemasaran yang justru akan hilang pada tahun ini. Hal ini memang agak mengerikan, namun, sebagai pelaku pemasaran, kamu perlu bersiap untuk kondisi terburuk sekalipun.

Baca juga: Cara Membuat Live di Instagram Terbaru dan Cara Melihat Foto Instagram Yang Di Private Tanpa Follow

Kira-kira apa saja tren pemasaran yang diprediksi akan hilang tahun ini? Yuk, simak ulasan berikut ini:

  1. Twitter
    Media sosial ini sempat mengalami masa-masa suksesnya pada 10 tahun lalu. Namun, seiring maraknya media sosial yang muncul belakangan ini, Twitter mengalami kesulitan untuk mempertahankan kejayaannya. Twitter dinilai tidak bisa menyaingi pamor beberapa media sosial, seperti Instagram, Snapchat atau Pinterest yang hadir belum lama ini. Bahkan, meskipun mereka telah melakukan berbagai perubahan, media sosial berlogo burung biru ini tidak bisa mengajak masyarakat kembali menggunakan media sosial ini secara intensif.Padahal penggunaan media sosial ini tidaklah sulit. Penggunanya hanya membutuhkan paket internet untuk bisa menjalankan media sosial ini. Dengan adanya kuota internet yang memadai, maka pengguna Twitter bisa lebih maksimal melakukan update status di media sosial ini.
  2. Penggunaan banner besar
    Banner besar yang dimaksudkan adalah tampilan iklan yang terpampang di sebuah situs web. Banner biasanya terlihat di laman utama situs web. Fungsinya memang diutamakan sebagai tanda iklan yang berfungsi untuk mengingatkan pengunjung akan produk yang terdapat pada Sayangnya, fungsi tersebut tidak berjalan dengan maksimal.Dengan melihat tampilan banner, pengunjung seringkali melupakan tujuan utamanya berkunjung ke suatu situs web. Dengan begitu, angka kunjungan situs web menjadi menurun, dan bounce rate berada di angka yang cukup tinggi. Teknik pemasaran ini diprediksi akan digantikan dengan advertorial berjenis native advertising yang dipercaya bisa menggapai target pemasaran hingga 53 persen.
  3. Pengalihan sumber stok gambar
    Kebanyakan pelaku pemasaran digital membutuhkan gambar untuk melengkapi deskripsi produknya. Itulah mengapa, stok gambar dirasa perlu untuk dimiliki.Sayangnya, seiring berkembangnya ide dan inovasi, penggunaan stok gambar menjadi jauh berkurang.  Belum lagi, ada saja kasus penipuan identitas produk pada beberapa situs web penyedia stok gambar. Selain itu, pengambilan gambar dari situs web stok gambar juga dinilai memakan pulsa dan kuota internet yang besar, jika ini dilakukan dari ponsel.  Akibatnya, kini para pencari stok gambar lebih memilih menciptakan gambarnya sendiri. Mereka memilih untuk memproduksi gambar dan mengeditnya sendiri guna mendapatkan hasil yang sesuai.Setelah menyelesaikan proses tersebut, mereka bisa dengan mudah memanfaatkan kuota internet untuk mengunggah dan membagikannya di media sosial. Cara ini memang akan membutuhkan kuota internet yang besar dan memakan biaya yang lebih mahal. Namun, jika menggunakan paket data internet yang terbukti murah seperti Axis, mengapa kamu harus khawatir akan tersebut? Bahkan, jika pulsa habis sekalipun, para pengguna Axis masih bisa melakukan pengisian ulang secara daring dari mana saja dan kapan saja. Salah satunya melalui aplikasi Traveloka.
  4. Iklan pop-up
    Ini merupakan bentuk iklan yang muncul secara mendadak di suatu situs web. Cara iklan seperti ini memang efektif, hanya saja penelitian mengungkapkan, bahwa banyak pengunjung yang membenci bentuk iklan seperti ini. Dengan demikian, iklan pop-up diprediksi akan mengalami akhir masa kejayaannya di tahun ini.
    Nah, beberapa jenis pemasaran tersebut diprediksi akan tenggelam tahun ini. Jadi, jika kamu ingin melakukan salah satu teknik pemasaran tersebut, ada baiknya kamu segera mencari tahu solusi lainnya untuk mengadakan pemasaran digital dengan lebih maksimal.

Selamat mencoba!

Gravatar Image
www.unduhdroid.com adalah sebuah situs yang menyediakan konten khusus seputar tips dan trik, aplikasi, games, dan review hape dan smartphone android.